Sunday, March 15, 2015

Let (me) Go, please

I knew you still checking on me. I reveiced your text messages "Mellia." or "Mel" from your old number. I remembered that number.

Jika kamu membaca ini, ku beritahu, ini diketik tepat setelah aku membaca blog milik mu. Tentang aku. About the best girl you had, being a leader can't interrupted by emotion and feeling.

So do I.

I knew what you did, little bit.

Thank you for happiness you gave a long time ago. But, I'm sorry I can't contact you again. Why? I have reasons for what I did.

I wish you can have a good life, a long life and keep healthy. Be a good son to your parents. I prayed.
Share/Bookmark

Wednesday, August 6, 2014

Hadiah Kecil di Hari Idul Fitri


Tak ada yg terlambat,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Tuesday, August 5, 2014

Resep Pangsit Goreng

Hai! Mau share Resep Makanan dulu ah.. Happy Cooking guys!

Pangsit Goreng
250gr daging ayam cincang/fillet
5 siung bawang putih cincang halus lalu goreng
garam, merica, dan minyak wijen secukupnya
kulit pangsit secukupnya
minyak sayur untuk menggoreng
air secukupnya untuk melekatkan kulit pangsit

opsi tambahan:
tambahkan bengkoang secukupnya diserut agar daging ayam tidak keras. bisa juga menggunakan 1 butir kuning telur. (gue lebih suka pake bengkoang ada rasa manisnya)

Cara membuat:
1. Jika daging ayam yg dibeli adalah fillet cara termudah gunakan blender untuk mencincang hingga halus. kalau tidak ada blender, cincang aja seperti biasa

2. masukkan semua bahan minyak wijen, garam, merica, bengkoang/telur dan bawang putih secukupnya ke daging ayam yg sudah dicincang halus. Aduk hingga rata.

3. siapkan kulit pangsit, air dan daging untuk dibungkus. Ambil daging (gue cuma 1/2 sdm) dan letakkan dalam kulit pangsit. Lipat kulit pangsit di bentuk sesuai selera. Lakukan hal berikut hingga daging habis.

4. panaskan minyak sayur untuk menggoreng pangsit yang sudah jadi.

5. Jika sudah berwarna coklat keemasan, tiriskan. Hidangkan untuk lauk atau cemilan piknik

Selamat Mencoba guys!

Sunday, July 20, 2014

#PuisiHujan

Hujan itu rindu dan amarah
Kau coba genggam tapi segera berlalu
Kau tampung ia, ia akan meluap seperti air dalam gelas
Kau tak perlu mencarinya, ia akan datang dengan sendirinya
dengan senyum hambar yang tersirat
Hujan itu melepaskan rindu dan amarah
Petir bergelora di langit seperti api dalam hati
Air hujan bergulir dari pelipis tak henti bagai air terjun yang dingin
sedingin hati yg rindu akan kamu.