Monday, May 20, 2013

Ini Aku - Part 2

Waktu tak pernah berhenti berputar, ia akan terus berjalan dan melihat aku tumbuh besar. Si wanita itu sedang berbicara kepada anak perempuan itu. Si wanita itu mengatakan sekarang aku sudah di bangku SMP. Tak terasa waktu telah berubah. Kini aku punya tanggung jawab lebih, begitu kata mereka. Sekolahku yang sekarang punya 4 lantai. Gedung itu berwarna hijau dan ada banyak anak baru lain di lapangan sedang berbaris. Seorang teman memanggilku ikut berbaris. Kami anak baru.

Duduk di bangku SMP. Aku tahu sekarang yang namanya pacaran. Aku punya pacar pertama. Laki-laki itu tinggi, pemain basket dan pakai kacamata. Aku menemukan sahabat. 2 orang sahabat. Semua berjalan baik-baik saja, saat aku putus dengan laki-laki itu aku tidak merasakan apapun. Aku ingin nangis, tapi tidak ada air mata bergulir di pipiku. Masa SMP adalah masa yang suram. Aku diejek, difitnah, dihina tak ada yang membelaku. Sahabat ? Mereka diam saja, tetap menemaniku tanpa syarat. 

Sekarang, aku duduk di tahun terakhir di bangku SMP. Menyenangkan ? Sangat. Tahun ini, aku harus menghadapi Ujian Akhir Nasional pertama kalinya. Ujian Try Out ke-5, aku masuk di kelas A. Kelas dengan nilai yang baik. Nilaiku cukup baik. Pagi itu, kami semua menghadapi Ujian Akhir Nasional bersama. Sebulan menunggu hasil, tanggal 7 Juni 2010 hasil diumumkan. Kami diminta untuk menghubungi sekolah untuk mengetahui hasilnya. Di rumah yang baru dibeli beberapa tahun itu, aku dan kedua sahabatku menghubungi sekolah bersama. Hasilnya, kami bertiga lulus semua.

Liburan panjang telah lewat dan kami kembali masuk sekolah, di bangku SMA. Untuk keempat kalinya aku satu kelas dengan salah satu sahabatku. Sahabatku yang lain terpisah di kelas yang lain. Pelajaran yang sulit, teman yang beragam, masalah pertemanan, masalah cinta, masalah dengan guru, dan kekacauan. Sekuat hati menghadapi segala permasalahan yang ada. Kebodohan muncul dalam diriku saat aku bertemu dengan pacar baruku. 

Beberapa bulan setelah pacaran, aku putus. Dia bagai anak kecil yang tidak mendapat permen. Dia mencari segala cara untuk mendapatkan diriku lagi. Permasalahan ini berdampak buruk pada citraku. Tak ada teman, kembali dihina, ia dibela, aku ditentang. Aku berjuang sendiri sampai aku di tahun terakhir SMA. Hari buruk itu telah tiada. Mereka masih membenciku. Menganggap aku orang yang tak berguna. Menurutku, manusia selalu memandang dari sampulnya bukan dari isinya. Tapi aku tidak tahu, dimana kesalahanku. Bukankah kalian bisa mengatakannya padaku? Aku akan mencoba untuk berubah. Aku pasti bisa berubah. Jika kalian beritahu aku. 

Aku menunggu pengumuman kelulusan SMA. Hari ini, 20 Mei 2013, aku tahu kesalahanku sekarang. Bisakah kalian menunggu ? Aku berusaha semampuku untuk merubahnya.

 Share/Bookmark

Tuesday, May 14, 2013

Bolu Ketan Hitam

Hai kawan. Dan pada akhirnya gue kembali ke sini. Hari ini gue MASAK loh. *biasa aje kali*
 Gue MASAK kue lagi. Boleh lah berbagi resep :)

BOLU KETAN HITAM
Bahan :
6 kuning telur
5 putih telur kocok
200 gram margarin < gue pake margarin mother choice
200 gram tepung ketan hitam
200 gram gula halus
1 sdm emulsifier < gue pake SP
1 sdt baking powder

Cara membuat :
  1.  Siapkan loyang ukuran 24cm bentuk persegi (gak masalah sih mau bentuknya apa, asal muat adonannya). Olesin mentega, bubuhi tepung hingga tertutup rata. (Tadi gue bikin gak kasih tepung jadi rada lengket)
  2. Panaskan oven hingga 180 derajat Celcius.
  3. Campur mentega dan gula halus dalam mixer aduk sampai rata. Sampe menteganya warna putih (gak akan putih banget kayak tisu, masih kekuningan.)
  4. Masukkan kuning telur satu per satu. Aduk sampai rata.
  5. Masukkan emulsifier dan baking powder. aduk sampai kental.
  6. Campurkan tepung ketan hitam ke dalam adonan, aduk dengan SPATULA hingga rata. (gue bagi tepung jadi 3 bagian biar lebih mudah aduknya)
  7. Putih telur yang udah dikocok tadi masukkan ke adonannya. Aduk sampai rata.
  8. Tuang pada loyang dan panggang dalam oven selama 30 menit. (Untuk lebih pasti, gunakan tusuk gigi.Tusukkan ke dalam, lihat tusuk gigi. Jika masih ada adonan yang basah, jangan diangkat. Jika tidak ada, bolu boleh diangkat)
  9. Angkat dan sajikan :)
Selamat mencoba !

Share/Bookmark

Monday, January 21, 2013

Ini Aku - Part 1

Pagi itu aku dilahirkan, bernafas melalui hidung sendiri. Merasakan lembutnya angin berhembus masuk ke dalam paru-paru. Masih merah dan mengeluarkan suara tangis. Siapakah aku ini sampai aku layak hidup di dunia ? Kata yang tak dapat aku ucapkan masa itu, kini dapat terucap lewat mulutku sendiri. Mengulang masa lalu yang penuh arti. 

Berjalannya waktu, melewati embun pagi dan terik matahari, derasnya hujan dan dinginnya air. Kini aku duduk di bangku SD. Aku sedang di sekolah, menunggu bel pulang berbunyi. Aku pulang. Seorang pria menjemputku dengan motor abu-abunya. Ia juga mengantar anak perempuan pertamanya ke sekolah yang sama sepertiku. Anak perempuan itu duduk di bangku SMP, ia lebih tua 7 tahun diatasku. 

 Aku sampai di sebuah rumah. Rumah yang juga toko tempat pria itu bekerja. Ia memanggilku untuk makan siang. Aku makan bersama pria itu. Setelah makan, aku akan naik ke lantai atas untuk bermain. Aku membayangkan diriku adalah si putri kerajaan yang hendak menikah dengan pangeran pujaan. Walaupun aku sendiri, aku selalu berpura-pura ada orang lain disisiku untuk memainkan perannya. 

Malam yang dingin, seorang wanita masuk ke rumah dengan wajah datar. Ia pulang dari kantor. Sekarang ada 4 orang di rumah, aku, si pria, si wanita, dan anak perempuan. Kami makan malam bersama dengan makanan yang tersedia. Suara televisi ikut mengisi acara makan malam kami yang ramai. Kami sebuah keluarga.

 Share/Bookmark

Monday, August 27, 2012

When Everything Change...

Tetaplah seperti ini hingga akhir
karena perjuangan tiada akhir
aku akan menjaga,
mengingat, mengenang hingga akhir
sahabat akan mengerti dan menjaga

Buka telingamu,
akan kubisikan kata hibur
kuucapkan kata manis kenangan
kunyanyikan lagu sahabat
untukmu dan kita

Tak ada kata henti
untuk bertahan, untuk berkeinginan
ingin menyentuh, mengisi, mencintai
tiap ruang memori dirimu, SAHABAT


Share/Bookmark